31 March 2009

BENTENG PERTAHANAN DIRI, KELUARGA & HARTA BENDA part 3

Terjemahan:

(1) Yaa Siin.
(2) Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,
(3) sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
(4) (yang berada) di atas jalan yang lurus,
(5) (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
(6) agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
(7) Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
(8) Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
(9) Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

CARA

1. Untuk memagar diri, keluarga dan harta benda
2. Berdiri disatu penjuru rumah (katakan dihadapan rumah sebelah kanan) sambil menghadap penjuru rumah satu lagi iaitu dikiri rumah. Baca surah Al-fatihah diikuti Surah Yaasin ayat 1~9. Sambil baca, sambil berjalan menuju kepenjuru rumah satu lagi. (Ikut arah Tawaf Kaabah). 3. Baca kombinasi ini di setiap penjuru iaitu sampai bertemu penjuru yang mula-mula. Jumlahnya 4 kali. Akhir sekali baca kombinasi ini sambil mengisyarat mendinding keseluruhan bumbung rumah.

30 March 2009

Berani Lawan Cakap Mak????

Get up now
Get up now
Get up out of bed
Wash your face
Brush your teeth
Comb your sleepy head
Here's your clothes
And your shoes
.
Hear the words I said
Get up now
Get up and make your bed
Are you hot?
Are you cold?
Are you wearing that?
.
Where's your books
and your lunch
and your homework at?
Grab your coat
and your gloves
and your scarf
and hat
.
Don't forget you got to feed the cat
Eat your breakfast
The experts tell us
it's the most important meal of all
Take your vitamins
so you will grow up one day to be big and tall
Please remember the orthodontist
will be seeing you at three today?
Don't forget your piano lesson is this afternoon
.
So you must play
Don't shovel
Chew slowly
But hurry
The bus is here
Be careful
Come back here
Did you wash behind your ears?
.
Play outside
Don't play rough
Would you just play fair?
Be polite
Make a friend
Don't forget to share
Work it out
Wait your turn
Never take a dare
Get along
Don't make me come down there
.
Clean your room
Fold your clothes
Put your stuff away
Make your bed
Do it now
Do we have all day?
.
Were you born in a barn?
Would you like some hay
Can you even hear a word I say?
Answer the phone
Get Off the phone
Don't sit so close
Turn it down
No texting at the table
No more computer time tonight
Your iPod's my iPod if you don't listen up
.
Where you going
and with whom
and what time do you think you're coming home?
Saying thank you, please, excuse me
Makes you welcome everywhere you roam
You'll appreciate my wisdom
Someday when you're older and you're grown
Can't wait 'til you have a couple little children of your own
.
You'll thank me for the counsel I gave you so willingly
But right nowI thank you NOT to roll your eyes at me
Close your mouth when you chew
Would appreciate
Take a bite
Maybe two
Of the stuff you hate
Use your fork
Do not you burp
Or I'll set you straight
.
Eat the food I put upon your plate
Get an A, Get the door
Don't get smart with me
Get a Grip
Get in here I'll count to 3
Get a job
Get a life
Get a PhD
Get a dose of...
I don't care who started it
You're grounded until your 36
Get your story straight
And tell the truth for once for heaven's sake
And if all your friends jumped off a cliff
Would you jump too?
.
If I've said it once,
I've said at least a thousand times before that
You're too old to act this wayIt must be your father's DNA
Look at me when I am talking
Stand up straight when you walk
A place for everything
And everything must be in place
Stop crying or I'll give you something real to cry about
.
Oh!Brush your teeth
Wash your face
Get your PJs on
Get in bed
Get a hug
Say a prayer with Mom
Don't forgetI love you**KISS**
And tomorrow we will do this all again
because a mom's work never ends
.
You don't need the reason why
Because
Because
Because
Because
I said so
I said so
I said so
I said so
I'm the Mom
The mom
The mom
The mom
The mom
Ta-da

18 March 2009

K.E.N.T.U.T

1. Dari mana asal kentut?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yg kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia dan gas dari bakteria dalam perut.

2. Apa komposisi kentut?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara diaserap oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteria serta reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus menghasilkan karbon dioksida. Bakteria juga menghasilkan metana dan hidrogen. Propors masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteria dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, kerana gas-gas lain terserap oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak kerana tubuhnya tidak sempat menyerap oksigen.

3. Kenapa kentut berbau busuk?
Bau kentut kerana kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua bahan ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut & makin busuklah kentut anda. Telur & daging mempunyai peranan besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacang berperanan dalam memproduksi volume kentut bukan dalam kebusukannya.

4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi?
Kerana adanya vibrasi lubang `anus` saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi bergantung pada kecepatan gas.

5. Kenapa kentut yg busuk itu hangat & tidak berbunyi?
Salah satu sumber kentut adalah bakteria. Fermentasi bakteria & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingannya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil dan hangat dengan produk metabolisme bakteria yg berbau busuk. Ini kemudiannya menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,tapi SBD (Silent But Deadly)

6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?
Kerana density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar `anus` lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang mempunyai tekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, iaitu sekitar `anus`. Dalam perjalanan ke arah `anus` gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gasakan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, kerana bentuk usus yg rumit & berbelit-belit.

8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain?
Bergantung kepada kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter' dengan 'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak dikesan dalam beberapa detik, bererti ianya mengalami pengcernaan di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, kereta, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan berlegar dalam waktu yang agak lama sampai akhirnya diserap dinding.

9. Apakah setiap orang kentut?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih boleh kentut.

10. Betulkah lelaki kentut lebih kerap daripada perempuan?
Tidak ada kaitannya dengan gender... Kalau benar, bererti perempuan menahan kentutnya, & apabla mahu kentut, banyak sekali jumlah yg dikeluarkan.

11. Saat apa biasanya orang kentut?
Pagi hari di toilet. yang disebut "morning thunder". Kalau resonansinya bagus, boleh didengar di seluruh penjuru rumah.

12. Mengapa makan kekacang menyebabkan banyak kentut?
Kekacang mengandung zat gula yg tidak boleh dicerna tubuh. Gula tersebut (raffinose, stachiose, verbascose) jika sampai di usus, bakteria di usus berpesta & membuat banyak gas. Jagung, kubis, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

13. Selain makanan, apa lagi penyebab kentut?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum `soft drink`, naik pesawat udara (kerana tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang?
Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteria lebih banyak.

15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan?
Bukan..tetapi diserap oleh darah, bukan hilang kerana bocor..Tapi bermigrasi ke bahagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.

16. Mungkinkah kentut terbakar?
Boleh saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yg combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru kerana kandungan unsur hidrogen.

17. Bolehkah menyalakan mancis dengan kentut?
Jangan mengada-ada... konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulakan pembakaran.

18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk?
Kerana anjing & kucing adalah karnivor (pemakan daging). Daging kaya dengan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivor seperti kambing, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih kuat bunyinya, tapi relatif tidak berbau.

19. Betulkah pening kepala kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin sedikit saja anda mengalami pening kepala kalau mencium bau kentut terlalu banyak.

20. Apakah warna kentut?
Tidak berwarna. Kalau warnanya `orange` seperti gas nitrogen oksida, aka tahulah siapa yang kentut..hehehe

21. Apakah kentut itu asid atau neutral?
Asid, kerana mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).

22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus?
Planet Venus sudah banyak mengandungi sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sana tidak ada kesannya. Wallahu`alam

BENTENG PERTAHANAN DIRI, KELUARGA & HARTA BENDA part 2

Terjemahan; Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) , tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki- Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Surah Al-Baqarah ayat 255)
.
CARA
1. Untuk memagar diri, keluarga dan harta benda
2. Berdiri disatu penjuru rumah (katakan dihadapan rumah sebelah kanan) sambil menghadap penjuru rumah satu lagi iaitu dikiri rumah.
3. Baca surah Al-fatihah diikuti Surah Yaasin ayat 1~9. Sambil baca, sambil berjalan menuju kepenjuru rumah satu lagi. (Ikut arah Tawaf Kaabah).
4. Baca kombinasi ini di setiap penjuru iaitu sampai bertemu penjuru yang mula-mula. Jumlahnya 4 kali.
5. Akhir sekali baca kombinasi ini sambil mengisyarat mendinding keseluruhan bumbung rumah.

16 March 2009

Health - Very Very Important Tips

HEALTH AND YOUR ATTENTION TO FITNESS


Answer the phone by LEFT ear.

Do not drink coffee TWICE a day.

Do not take pills with COOL water.

Do not have HUGE meals after 5pm .

Reduce the amount of OILY food you consume.

Drink more WATER in the morning, less at night.

Keep your distance from hand phone CHARGERS.
Do not use headphones/earphone for LONG period of time.

Best sleeping time is from 10pm at night to 6am in the morning.

Do not lie down immediately after taking MEDICINE before sleeping.

When battery is down to the LAST grid/bar, do not answer the phone as the radiation is 1000 times.

05 March 2009

Cuti-cuti Malaysia @ PERAK

Kali ni saya nak cite sal 'Holiday'... Semo orang suke holiday kan... Saya pun suke.. Suke sangat jalan-jalan... Nak lagi bile ade orang drive [Mesti Mr Black secret tersenyum.. ] ... Tapi memandangkan saya ni bujang lagi dan sekarang saya menetap kat Perak so, saya hanya akan search @ suggest tempat2 sekitar Perak... Ok pe Perak... Banyak jer... So far aku takat pilih tempat yang Universal... Tempat-tempat yang romantik akan dibincangkan kemudian...

**********
TEMPAT PERTAMA

PULAU PANGKOR
'
Menarik tempat ni... Pantai yang cantek, leh g snorkeling, leh jemur badan, main pisang and macam2 lagi aktiviti Pantai... Anda yang couple leh jugak ke sini... Asal jangan wat bukan-bukan udah... hehehe..

**********
TEMPAT KEDUA
.
GUA TEMPURUNG
.
Kalau suke yang adventure tapi bukan tahap yang keterlaluan, anda boleh lar ke Gua Tempurung yang terletak kat Gopeng sana... Ada 3 pakej... Small, Medium & Large... Macam saiz baju daa... Tapi betol lar aku cakap ni... Pada yang nak bawak budak2 kecik OR nenek budak baik amek pakej SMALL... And pada yang suke basah2 dalam Gua leh amek pakej Large... Janji korang larat explore 3jam dalam sane... Aku dah khatam da... Memang best... Tapi kelaparan bile kuar Gua... kekeke...

,
**********
TEMPAT KETIGA
,
BUKIT MERAH LAKE TOWN RESORT
,
Xpenah sampai ke sini sebenarnyer... Sebab tu teringin sangat nak pergi... Selain leh mandi2 kite leh nikmati keindahan alam... memang tempat yang sesuai untuk bercuti... Insyaallah, cuti sem nanti sampai lar kami ke sane... Leh posing ngan Orang Utan... heheheh... [Adakah betol Mr Black Secret???]
.
**********
TEMPAT KEEMPAT
.
KOLAM AIR PANAS SUNGKAI
.
Aku penah sampai ke sini sekali... Mase family day UTP last year... Tempat ni best... Tapi malangnyer mase pergi tu aku x sempat nak mandi2 kat sotong ni ataupun pergi merendam2 kaki di kolam air panas... Sayangnyer.... So next destination mesti nak ke sini kembali... Wahai sotong yang besar, nantikan kehadiran saya di sana... ( + nak layan jakuzi gak nanti... lagak cam orang kaya... hahahaha...)

**********

TEMPAT KELIMA

LATA KINJANG

Walaupun umurku telah mencapai hampir 24thn, tapi aku masih lum pernah mandi kat sini... Pernah datang sekali.. Tapi takat menjenguk jer.. huhuhu... Target lar jugak ni... Selain leh mandi manda leh gak berkelah makan-makan sambil menikmati keindahan alam... Very nice place... Siap lar ko nanti, akan ku serang Lata Kinjang ini nanti...

03 March 2009

Mee Maggi Cepat di Masak.. sedap di Makan

'CORRECT WAY OF COOKING INSTANT NOODLES'

The correct way to cook instant noodles without harming our bodies and health. `Normally, how we cook the instant noodles is to put the noodles into a pot with water, throw in the powder and let it cook for around 3 minutes and then it's ready to eat.'

This is the WRONG method of cooking the instant noodles.

By doing this, when we actually boil the ingredients in the powder, normally with MSG, it will change the molecular structures of the MSG causing it to be toxic.

The other thing that you may or may not realize is that, the noodles are coated with wax and it will take around 4 to 5 days for the body to excrete the wax after you have taken the noodles.

CORRECT METHOD :
1. Boil the noodles in a pot with water.
2. Once the noodles is cooked, take out the noodles, and throw away the water which contains wax.
3. Boil another pot of water till boiling and put the noodles into the hot boiling water and then shut the fire.
4. Only at this stage when the fire is off, and while the water is very hot, put the ingredient with the powder into the water, to make noodle soup.
5. However, if you need dry noodles, take out the noodles and add the ingredient with the powder and toss it to get dry noodles.

02 March 2009

"Kalau tak suka pulangkan balik!"

Kereta dihentikan betul-betul di hadapan rumah. Pintu pagar automatiknya terbuka. Perlahan kereta di halakan ke dalam garaj. "Horey! Papa balik!"Kelihatan anak-anaknya berlari mengiringi keretanya.

"Tepi! Bahaya tau tak?" Jeritnya.Anak-anak termanggu. Cahaya kegembiraan di wajah mereka pudar.

"Aimin bawa adik ke belakang." Arahnya pada anak yang sulong.

Pulangnya petang itu disambut dingin oleh anak-anak. Isterinya turut terdiam bila mendengar anak-anak mengadu tentang papa mereka.

"Papa penat. Aimin bawa adik mandi dulu. Mama siapkan minum petang. Lepas minum papa mesti nak main bola dengan kita," pujuk Laila.

Dia yang mendengar di ruang tamu hanya mendengus. Seketika kemudian terdengar hilai tawa anak-anaknya di bilik mandi. Dia bangun.

"Hah! Main air. Bil bulan ini papa kena bayar dekat seratus. Cepat! Tutup paip tu! Buka shower!" Sergahnya. Suara yang bergema mematikan tawa anak-anaknya. "Asal saya balik rumah mesti bersepak. Kain baju berselerak. Apa awak makan tidur aje ke duduk rumah?" sambungnya kembali bila isterinya terpacul di belakang pintu.


"Anak-anak pa. Diorang yang main tu. Takpe nanti mama kemas. Papa minum ye.Mama dah siapkan kat taman." Balas isterinya lembut.

"Fail saya kat depan tu mana?"

"Mama letak dalam bilik. Takut budak-budak alihkan."

"Boleh tak awak jangan usik barang-barang saya? Susah tau tak? Fail tupatutnya saya bawa meeting tengahari tadi." Rungutnya sekalipun di hatikecil mengakui kebenaran kata-kata isterinya itu. Suasana sepi kembali. Diamenarik nafas berat. Terasa begitu jauh berbeza. Dia tercari-cari riuhsuara anak-anak dan wajah isterinya.

"Laila-" Keluhnya Akhirnya dia terlena di sofa.

"Saya nak ke out station minggu depan."

"Lama?" Soal Laila.

"Dalam seminggu.."

"Cuti sekolah pun lama. Mama ikut boleh?"

"Budak-budak? "

"Ikut jugalah."

"Dah! Takde! Takde! Susah nanti. Macam-macam diorang buat kat sana . Tengok masa kat Legacy dulu tu-"

"Masa tu Amirul kecik lagi." Balas Laila. Wajahnya sayu. Dia masih berusahamemujuk biarpun dia tahu suaminya tak mungkin berganjak dari keputusan yangdibuat. Tak mungkin peristiwa Amirul terpecahkan pinggan di hotel dulu berulang. Anak itu masih kecil benar sewaktu ia berlaku. Lagipun apa sangatlah harganya pinggan itu malahan pihak hotel pun tak minta ganti rugi. " Bolehlah Pa ! Lama sangat kita tak ke mana-mana." "Nak jalan sangat Sabtu ni saya hantar awak balik kampung," Muktamad! Demikianlah seperti kata-katanya. Anak-anak dan isterinya dihantar ke kampung. Laila tak merungut apa-apa meskipun dia tahu isterinya berkecil hati. Anak-anak terlompat riang sebaik kereta berhenti di pengkarangan rumah nenek mereka.Tak sampai setengah jam dia telah bergegas semula untuk pulang. Bapamertuanya membekalkan sebuah kitab lama.

"Cuba-cubalah baca. Kitab tu pun abah ambil dari masjid. Dari mereka bakar abah ambik bagi kamu!"

"Manalah saya ada masa.." "Takpe..pegang dulu. Kalau tak suka pulangkan balik!" Dia tersentak dari khayalannya. "Kalau tak suka pulangkan balik!"Kata-kata itu bergema di fikirannya. Dia rasa tersindir. Tahukah bapa mertuanya masalah yang melanda rumahtangganya itu? Bukan..bukan tak suka malah dia tetap sayang sekalipun Laila bukan pilihannya. Dunia akhiratLaila adalah isterinya. Cuma.. "Mizi, makan!" Panggil ibunya yang datangmenemaninya sejak seminggu lalu. "Jangan ikutkan hati. Yang sudah tusudahlah." "Papa! Makan!" Jerit Aiman ,anak keduanya sambil tersengih-sengih mendapatkan dirinya. "Tak boleh panggil papa elok-elok. Ingat papani pekak ke?"

Aiman menggaru kepalanya yang tak gatal. Pelik! Kenapa papanya tiba-tibasaja marah. Dia berpatah semula ke dapur.

"Awak masak apa?"

"Mama masak sup tulang dengan sambal udang!" jawab Amirul memotong sebelum sempat mamanya membuka mulut.

"Takde benda lain ke awak boleh masak? Dah saya tak nak makan. Hilang selera!"

"Papa nak ke mana?" Soal isterinya perlahan.

"Keluar!"

"Mama dah masak Pa!"

"Awak saja makan!"

"Takpe Aiman boleh habiskan. Cepatlah ma!"

Laila tahu Aiman hanya memujuk. Anak keduanya itu sudah pandai mengambil hatinya. Aimin tersandar di kerusi makan. Sekadar memerhati langkah papanya keluar dari ruang makan. "Kenapa sekarang ni papa selalu marah-marah ma?"Soal Aimin sambil menarik pinggannya yang telah berisi nasi. "Papa banyakkerja agaknya. Dah! Makan." "Abang tak suka tengok papa marah-marah. .""Adik pun sama. Bila papa marah muka dia macam gorilla kan ?"

Kata-kata Aiman disambut tawa oleh abang-abangnya yang lain.. Laila menjeling. Di hati kecilnya turut terguris Besar sangatkah dosanya hingga menjamah nasi pun tidak. Kalau ada pun salahnya, apa?

Syamizi menjengah ke ruang dapur. Kosong.

"Laila.." serunya

"Sudahlah tu Mizi! Jangan diingat-ingat. Kerja Tuhan ni tak dapat kita tolak-tolak. Bawak-bawaklah beristighfar. Kalau terus macam ni sakit kau nanti." Kata ibunya yang muncul tiba-tiba.

"Sunyi pulak rumah ni mak,"

"Lama-lama kau biasalah."

Airmatanya menitis laju. "Kalau tak suka pulangkan!" Dia rasa terhukum.Hampir segenap saat kata-kata itu bergema di sekitarnya. Dia rasa terluka. Kehilangan yang amat sangat.

"Papa beli apa untuk Aiman?" Soal Aiman sebaik dia pulang dari outstationnya.

"Beli apa pulak? Barang permainan kan bersepah dalam bilik belakang tu."

"Tak ada lah?"

"Ingat papa ni cop duit?"

Aiman termanggu. Dia berlalu mencari mamanya di dapur. Seketika kemudian rumah kembali riuh dengan telatah anak-anak lelakinya yang bertiga itu mengiringi mama mereka yang sedang menatang dulang berisi hidangan minum petang.

Wajah Laila direnungnya. Ada kelainan pada raut itu. Riaknya tenang tapi ada sesuatu yang sukar ditafsirkannya. "Awak tak sihat ke?"

Laila tersenyum. Tangannya pantas menuang air ke cawan.

"Papa, tak lama lagi abang dapat adik lagi." Aimin mencelah di antara perbualan kedua ibu bapanya.

Shamizi tersenyum. Jemari isterinya digenggam erat. Tiba-tiba cawan berisikopi yang masih panas terjatuh dan pecah di lantai. Aiman tercegat.

"Tengok! Ada saja yang kamu buat. Cuba duduk baik-baik. Kalau air tu tak tumpah tak sah!" Tempiknya membuatkan anak itu tertunduk ketakutan. Baju mamanya dipegang kejap.

Lengan Aiman dipegangnya kuat hingga anak kecil itu mula menangis. Pantas saja akhbar di tangannya hinggap ke kepala anaknya itu. Laila cuba menghalang tapi dia pantas dulu menolak isterinya ke tepi.. Aiman di pukul lagi. Amirul menangis. Aimin mendapatkan mamanya.

"Perangai macam beruk! Tak pernah buat orang senang!"

Laila bangun dari jatuhnya dan menarik lembut Aiman ke dalam pelukkannya.Airmata mereka bersatu. Pilu sungguh hatinya melihat kekasaran suaminya terhadap anak-anak.

"Cukuplah pa. Papa dah hukum pun dia tapi janganlah sebut yang bukan-bukan." Ujar Laila perlahan

"Macamana awak didik budak-budak sampai macam ni teruk perangainya? Tengok anak orang lain ada macam ni? Anak kak Long tu tak pulak macam ni. Panjat sana, pecah barang. Gila apa?" Omelnya kembali.

Shamizi meraut wajah. Bukan kepalang salahnya pada Aiman. Padanya anak itu tak pernah dapat memuaskan hatinya. Ada saja salah Aiman di matanya. Ada saja yang kurang di hatinya terhadap anak-anak dan isteri.. Tak cukup dengan perbuatan malah dia begitu mudah melemparkan kata-kata yang bukan-bukanterhadap mereka.

"Tak boleh ke kamu semua senyap? Dalam sehari ni boleh tak diam? Rimas betul duduk dalam rumah ni." Laila menyuruh anak-anaknya bermain di halaman belakang rumah. Memberi sedikit ruang buat suaminya menonton dengan tenang.Malangnya tak lama kemudian kedengaran bunyi tingkap kaca pecah. "Celaka betul!" Sumpahnya sambil menghempaskan akhbar ke meja.

"Abang!"

"Baik awak tengok anak-anak awak tu sebelum saya hambat dengan rotan!Perangai satu-satu macam tak siuman!" Getusnya kasar.

Akhirnya tingkap yang pecah kembali diganti. Cerita sumpah seranahnya petang itu hilang begitu saja. Laila berubah. Sikapnya yang pendiam menjadi semakin pendiam. Anak-anak juga sedikit menjauh. Tak ada lagi cerita Amirul di tadika. Tak ada lagi kisah Aimin yang cemerlang di dalam sukan sekolahnya. Aiman juga tak lagi mahu memanggilnya makan.

Shamizi terasa puas hati. Barangkali itu saja caranya untuk memberi sedikit pengajaran pada anak-anak.

"Pak Ngah, Eddie nak balik!" Shamizi terpana. Dia mengangguk. "Kak Long balik dulu Mizi. Sudahlah! Kamu muda lagi. Cari pengganti.." Alangkah mudahnya. Kalaulah dia boleh bertemu lagi yang serupa seperti Laila. Laila tak ada yang kurang Cuma dia yang tak pernah puas hati.

Laila tak pernah merungut. Laila tak pernah membantah. Sepanjang usia perkahwinan mereka Laila tak pernah meminta lebih dari apa yang dia beri. Laila cuma dapat gred B walaupun dia teramat layak untuk mendapat gred yang lebih baik dari A. "Laila-" "Papa nak ke mana hensem-hensem gini?" Dia tersenyum sambil menjeling ke cermin meninjau bayang isterinya yang kian sarat. "Wangi-wangilagi. Dating ye?"

"Saya ada makan malam di rumah bos besar. Dia buat makan-makan untuk staff." Ujarnya masih leka membetulkan kolar kemeja batiknya.

"Ikut boleh?"

"Dia tak ajak family.. Staff only!" Terangnya sedangkan difikirannya terfikir lain. Kali ni dia akan pergi ke jamuan tu dengan Helmi. Helmi akan turut menumpangkan Maria dan Harlina. Staff yang masih muda dan bujang."Dalam setahun papa selalu ke jamuan office tapi tak pernah pun bawak kami."

"Leceh kalau ada budak-budak. Bukan tau duduk diam Lari sana sini, panjat itu ini. "

"Papa pesanlah.."

"Nantilah besar sikit." Dalihnya.

"Kalau tunggu besar takut takde peluang. Nanti diorang tu dah tak nak ikut pergi mana pun."

"Lagi senang. Saya kalau lasak-lasak ni buat hati panas je,"

Laila terdiam. "Namanya budak-budak. Anak-anak papa tu lelaki."

"Saya pergi kejap je. Lepas tu terus balik." "Mama tanya sikit boleh?" Dia mengangguk "Bos tak pelawa atau papa malu nak bawa mama dan anak-anak?"

Mereka dia tinggalkan di rumah. Di jamuan tu ramai staff yang membawa keluarga mereka bersama.. Pada Shamizi dia mahukan keselesaan sedangkan hakikatnya anak-anak staff yang lain lebih lasak dan nakal. Semeja hidangan untuk anak-anak staff berderai bila ada yang bermain tarik-tarik alas kainnya.

"Never mind. Budak-budak memang macam tu. Kalau tak lasak tak cerdik," ujar Mr. Kwai, tuan rumah.

Shamizi sedikit mengakui kebenaran kata-kata itu. Anak-anaknya pun nakal tapi amat membanggakan dalam pelajaran. Namun dia rasa serba tak kena bila bersama mereka. Bimbang ada yang mengata yang bukan-bukan tentang anak-anaknya yang lasak apatah lagi tentang isterinya Laila. Bimbang dimalukan dengan perangai anak-anaknya. Bimbang jika dikatakan Laila tidak sepadandengan dirinya. Dia lulusan luar negara sedang Laila cuma perempuan kampung. Tak pandai bergaya seperti staff wanita yang lain. Betullah jangkaan Laila, dia malu untuk memperkenalkan isteri dan anak-anaknya pada rakan-rakan.

"Kalau tak suka pulangkan!" Kata-kata itu semakin keras di fikirannya. Pagi itu anak-anak sekali lagi dimaki sebelum ke sekolah. Semata-mata bila Aimin dan Aiman bergelut berebutkan tempat duduk di meja makan menyebabkan air cuci tangan tumpah ke meja. Berangnya tiba-tiba menguasai diri. Kepala kedua-duanya di lagakan sedangkan perebutan itu tidak pula disusuli dengan perkelahian. "Kamu semua ni..kalau macam ni daripada ada elok tak ada.Menyusahkan! " Laila merenungnya dalam.. Matanya berkaca dan anak-anak kesekolah tanpa menyalaminya seperti selalu. Laila juga tidak berkata apa-apa sebelum menghidupkan enjin untuk menghantar anak-anak ke sekolah. Shamizi dapat melihat Laila mengesat air matanya. Dia terus menghadapi sarapannya.Sejenak dia terpandang hidangan untuk anak-anak yang tak bersentuh. Susu masih penuh di cawan. Roti telur yang menjadi kesukaan anak-anak juga tidakdijamah. Bekal di dalam bekas tidak diambil. Pelik! Selama ini Laila tak pernah lupa..

"Kalau tak suka pulangkan,"

Kali ini dia benar-benar menangis. Laila dan anak-anak terus tak pulang selepas pagi itu. Hari-harinya tak lagi diganggu dengan gelagat anak-anak.Rumah terus sunyi dan sepi. Tetap dia tak dapat tidur dengan lena. Dihalaman belakang hanya ada kenangan. Kelibat anak-anaknya bergumpal dan berlari mengejar bola tak lagi kelihatan. Riuh anak-anak bila mandi dibilik air juga tidak lagi kedengaran. Dia mula dihambat rindu. Hanya ada kesunyian di mana-mana. Hanya tinggal bola yang terselit di rumpun bunga.

Selaut rindu mula menghambat pantai hatinya. Laila-
Benarlah, kita hanya tahu hargainya bila kita kehilangannya.

Laila terus tak pulang sekalipun dia berjanji untuk berubah. Laila pergi membawa anak-anaknya pagi itu bila kereta mereka dirempuh sebuah kereta lain yang dipandu laju. Laila pergi tanpa meninggalkan satu pun untuknya.Laila pergi membawa Aimin, Aiman, Amirul dan zuriat yang bakal dilahirkan dua bulan lagi..

Dia menangis semahu-mahunya bila menatap wajah lesi anak-anak dan isterinya. Dia meraung memeluk tubuh Laila yang berlumuran darah.Hakikatnya Laila adalah kitab lama itu, lapuk bagaimana pun dipandangan harganya tak terbanding, dan kerana keengganannya Laila dipulangkan.

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin